ShoutMix chat widget

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Followers

My Profile :)

My photo
Erfin Syamwil,SMA Negeri 10 Bogor,Rubik Addict,Bogor Speed Cubing Club,Leader of Osis Sman10 bogor,Fakultas Hukum/Fakultas Ilmu Sejarah Universitas Indonesia AMIN!:)

Check this site !

Sekilas tentang film "Surat Kecil Untuk Tuhan" menurut ane

oke halo bloggers,malem ini gua bakal sedikit berpendapat tentang film surat kecil untuk tuhan.

emm menurut gua filmnya keren bener bener ngena banget isi dari film itu,dan sebenernya itu pun di angkat dari kisah nyata.
Dan ini isi cerita film itu menurut gua,yaitu seorang bisa di bilang sudah menginjak remaja yang bernama Gita Sesa Wanda Cantika atau teman temannya biasa memanggil keke,seorang gadis yang berumur 13 tahun yang sangat pintar dan mempunya beberapa prestasi,dia mempunyai 2 orang kakak dan juga kedua orang tuanya yang sangat menyayanginya dan dalam kondisi keluarga yang berada(lebih dalam hal ekonominya),dan juga di kelilingi 6 sahabatnya dan tentu seorang kekasih yang sangat menyayanginya yang bernama Andy.
Namu semua itu berubah saat penyakit kanker yang sangat ganas di duni atau dalam bahasa ilmiahnya Rhabdomyosarcoma (Kanker Jaringan Lunak) pertama di Indonesia.Gadis itu menurut gua sih cantik baik nyata maupun di filmnya :D,penyakit itu setiap 5 hari sekali terus berkembang akhirnya seperti monster,awalnya ayah dari keke ini engga ngasih tahu penyakit keke yang sebenernya tapi ayah keke ini selalu membawa keke berobat ke semua "dokter",dan pada akhirnya pun ketahuan oleh keke senidiri penyakit sebenernya itu,sebenernya ada 2 jalan penyembuhan 1.operasi pengangkatan sel kanker sampe ke akarnya dan ke 2.pengobatan kemotrapi.dan mereka pun memilih jalan ke 2 untuk penyembuhan keke,selama hampir 1 tahun keke menjalani penyembuhan ini,alhasil penyakit itu dapat teratasi,tapi selang beberapa bula apa tahun gitu lupa gua hehe.penyakit ini datang kembali dan dokter yang menanganinya adalah prof.Mulkis,kurang lebih 2 tahun menjalani perobatan tapi ga ada hasilnya dan akhirnya sang profesor pun sudah tidak bisa melakukan apa lagi,dan akhirnya masa hidup keke tinggal menghitung hari bisa di bilang begitu,akhirnya di penghujung tahun 2006 tepatnya tanggal 25 Desember gita sesa wanda cantika a.k.a keke menghembuskan nafas terakhirnya pada umur ke 15


hal positif dari film ini:seorang gadis yang tegar menghadapi penyakitnya walau dia tahu itu susah untuk di sembuhkan tapi keinginan untuk hidupnya itu sangat tinggi,dan walaupun dengan penyakit ini dia adalah gadis yang berprestasi

hal negatif:kalau hal negatifnya gua ambil dari pas gua nonton filmnya yaa,yaitu,pada saat keke sembuh untuk pertama kalinya kenapa ga syukuran malah bisa di bilang pesta kecil kecilan,lalu itu kan sekolah islam tapi kenapa gapernah pake jilbab atau jaranglah
.
twitter:@erfinsyam



Keajaiban Air yang telah di Do'a kan

Februari 2006
"Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup." (Q.S. Al Anbiya:30) Dalam kitab-kitab tafsir klasik, ayat tadi diartikan bahwa tanpa air semua akan mati kehausan. Tetapi di Jepang, Dr. Masaru Emoto "Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup." (Q.S. Al Anbiya:30) Dalam kitab-kitab tafsir klasik, ayat tadi diartikan bahwa tanpa air semua akan mati kehausan. Tetapi di Jepang, Dr. Masaru Emoto dari Universitas Yokohama dengan tekun melakukan penelitian tentang perilaku air. Air murni dari mata air di Pulau Honshu didoakan secara agama Shinto, lalu didinginkan sampai ?5 o C di laboratorium, lantas difoto dengan mikroskop elektron dengan kamera kecepatan tinggi. Ternyata molekul air membentuk kristal segi enam yang indah. Percobaan diulangi dengan membacakan kata, "Arigato (terima kasih dalam bahasa Jepang)" di depan botol air tadi. Kristal kembali membentuk sangat indah. Lalu dicoba dengan menghadapkan tulisan huruf Jepang, "Arigato". Kristal membentuk dengan keindahan yang sama. Selanjutnya ditunjukkan kata "setan", kristal berbentuk buruk. Diputarkan musik Symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga. Ketika musik heavy metal diperdengarkan, kristal hancur.
Ketika 500 orang berkonsentrasi memusatkan pesan "peace" di depan sebotol air, kristal air tadi mengembang bercabang-cabang dengan indahnya. Dan ketika dicoba dibacakan doa Islam, kristal bersegi enam dengan lima cabang daun muncul berkilauan. Subhanallah . Dr. Emoto akhirnya berkeliling dunia melakukan percobaan dengan air di Swiss, Berlin, Prancis, Palestina, dan ia kemudian diundang ke Markas Besar PBB di New Yorkuntuk mempresentasikan temuannya pada bulan Maret 2005 lalu. Ternyata air bisa "mendengar" kata-kata, bisa "membaca" tulisan, dan bisa "mengerti" pesan.
Dalam bukunya The Hidden Message in Water , Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air bersifat bisa merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk . Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang lain. Barangkali temuan ini bisa menjelaskan, kenapa air putih yang didoakan bisa menyembuhkan si sakit. Dulu ini kita anggap musyrik, atau paling sedikit kita anggap sekadar sugesti, tetapi ternyata molekul air itu menangkap pesan doa kesembuhan, menyimpannya, lalu vibrasinya merambat kepada molekul air lain yang ada di tubuh si sakit.
Tubuh manusia memang 75% terdiri atas air. Otak 74,5% air. Darah 82% air. Tulang yang keras pun mengandung 22% air. Air putih galon di rumah, bisa setiap hari didoakan dengan khusyu kepada Allah, agar anak yang meminumnya saleh, sehat, dan cerdas, dan agar suami yang meminum tetap setia. Air tadi akan berproses di tubuh meneruskan pesan kepada air di otak dan pembuluh darah. Dengan izin Allah, pesan tadi akan dilaksanakan tubuh tanpa kita sadari. Bila air minum di suatu kota didoakan dengan serius untuk kesalehan, insya Allah semua penduduk yang meminumnya akan menjadi baik dan tidak beringas. Rasulullah saw. bersabda, " Zamzam lima syuriba lahu, " Air zamzam akan melaksanakan pesan dan niat yang meminumnya ". Barangsiapa minum supaya kenyang, dia akan kenyang. Barangsiapa minum untuk menyembuhkan sakit, dia akan sembuh. Subhanallah. Pantaslah air zamzam begitu berkhasiat karena dia menyimpan pesan doa jutaan manusia selama ribuan tahun sejak Nabi Ibrahim a.s.
Bila kita renungkan berpuluh ayat Al Quran tentang air, kita akan tersentak bahwa Allah rupanya selalu menarik perhatian kita kepada air. Bahwa air tidak sekadar benda mati. Dia menyimpan kekuatan, daya rekam, daya penyembuh, dan sifat-sifat aneh lagi yang menunggu disingkap manusia. Islam adalah agama yang paling melekat dengan air. Shalat wajib perlu air wudlu 5 kali sehari. Habis bercampur, suami istri wajib mandi. Mati pun wajib dimandikan. Tidak ada agama lain yang menyuruh memandikan jenazah, malahan ada yang dibakar. Tetapi kita belum melakukan zikir air. Kita masih perlakukan air tanpa respek. Kita buang secara mubazir, bahkan kita cemari. Astaghfirullah. Seorang ilmuwan Jepang telah merintis. Ilmuwan muslim harus melanjutkan berdasarkan Al Quran dan hadis. Wallahu a''lam. 

Kesimpulan yang saya dapatkan:segala sesuatu yang di perlakuakn denga baik maka akan mendapatkan respon yang baik pula begitupun sebaliknya,dan contoh yang sederhana ini adalah "air" itu 


twitter:@erfinsyam

Fakta-fakta tentang Kerajaan Majapahit



Fakta-fakta unik tentang Kerajaan Majapahit. Seorang sejarawan pernah berujar bahwa sejarah itu adalah versi atau sudut pandang orang yang membuatnya. Versi ini sangat tergantung dengan niat atau motivasisi pembuatnya. Barangkali ini pula yang terjadi dengan Majapahit, sebuah kerajaan maha besar masa lampau yang pernah ada di negara yang kini disebut Indonesia. Kekuasaannya membentang luas hingga mencakup sebagian besar negara yang kini dikenal sebagai Asia Tenggara.

Namun demikian, ada sesuatu yang ‘terasa aneh’ menyangkut kerajaan yang puing-puing peninggalan kebesaran masa lalunya masih dapat ditemukan di kawasan Trowulan Mojokerto ini. Sejak memasuki Sekolah Dasar, kita sudah disuguhi pemahaman bahwa Majapahit adalah sebuah kerajaan Hindu terbesar yang pernah ada dalam sejarah masa lalu kepulauan Nusantra yang kini dkenal Indonesia. Inilah sesuatu yang terasa aneh tersebut.
Pemahaman sejarah tersebut seakan melupakan beragam bukti arkeologis, sosiologis dan antropologis yang berkaitan dengan Majapahit yang jika dicerna dan dipahami secara ‘jujur’ akan mengungkapkan fakta yang mengejutkan sekaligus juga mematahkan pemahaman yang sudah berkembang selama ini dalam khazanah sejarah masyarakat Nusantara.

‘Kegelisahan’ semacam inilah yang mungkin memotivasi Tim Kajian Kesultanan Majapahit dari Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pengurus Daerah Muhammadiyah Yogyakarta untuk melakukan kajian ulang terhadap sejarah Majapahit. Setelah sekian lama berkutat dengan beragam fakta-data arkeologis, sosiologis dan antropolis, maka Tim kemudian menerbitkannya dalam sebuah buku awal berjudul ‘Kesultanan Majapahit, Fakta Sejarah Yang Tersembunyi’.

Buku ini hingga saat ini masih diterbitkan terbatas, terutama menyongsong Muktamar Satu Abad Muhammadiyah di Yogyakarta beberapa waktu yang lalu. Sejarah Majapahit yang dikenal selama ini di kalangan masyarakat adalah sejarah yang disesuaikan untuk kepentingan penjajah (Belanda) yang ingin terus bercokol di kepulauan Nusantara.

Akibatnya, sejarah masa lampau yang berkaitan dengan kawasan ini dibuat untuk kepentingan tersebut. Hal ini dapat pula dianalogikan dengan sejarah mengenai PKI. Sejarah berkaitan dengan partai komunis ini yang dibuat dimasa Orde Baru tentu berbeda dengan sejarah PKI yang dibuat di era Orde Lama dan bahkan era reformasi saat ini. Hal ini karena berkaitan dengan kepentingan masing-masing dalam membuat sejarah tersebut.

Dalam konteks Majapahit, Belanda berkepentingan untuk menguasai Nusantara yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Untuk itu, diciptakanlah pemahaman bahwa Majapahit yang menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia adalah kerajaan Hindu dan Islam masuk ke Nusantara belakangan dengan mendobrak tatanan yang sudah berkembang dan ada dalam masyarakat.

Apa yang diungkapkan oleh buku ini tentu memiliki bukti berupa fakta dan data yang selama ini tersembunyi atau sengaja disembunyikan. Beberapa fakta dan data yang menguatkan keyakinan bahwa kerajaan Majpahit sesungguhnya adalah kerajaan Islam atau Kesultanan Majapahit adalah sebagai berikut:

1. Ditemukan atau adanya koin-koin emas Majapahit yang bertuliskan kata-kata ‘La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah’. Koin semacam ini dapat ditemukan dalam Museum Majapahit di kawasan Trowulan Mojokerto Jawa Timur. Koin adalah alat pembayaran resmi yang berlaku di sebuah wilayah kerajaan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sangat tidak mungkin sebuah kerajaan Hindu memiliki alat pembayaran resmi berupa koin emas bertuliskan kata-kata Tauhid.


2. Pada batu nisan Syeikh Maulana Malik Ibrahim yang selama ini dikenal sebagai Wali pertama dalam sistem Wali Songo yang menyebarkan Islam di Tanah Jawa terdapat tulisan yang menyatakan bahwa beliau adalah Qadhi atau hakim agama Islam kerajaan Majapahit. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Agama Islam adalah agama resmi yang dianut oleh Majapahit karena memiliki Qadhi yang dalam sebuah kerajaan berperan sebagai hakim agama dan penasehat bidang agama bagi sebuah kesultanan atau kerajaan Islam.

3. Pada lambang Majapahit yang berupa delapan sinar matahari terdapat beberapa tulisan Arab, yaitu shifat, asma, ma’rifat, Adam, Muhammad, Allah, tauhid dan dzat. Kata-kata yang beraksara Arab ini terdapat di antara sinar-sinar matahari yang ada pada lambang Majapahit ini.
Untuk lebih mendekatkan pemahaman mengenai lambang Majapahit ini, maka dapat dilihat pada logo Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, atau dapat pula dilihat pada logo yang digunakan Muhammadiyah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Majapahit sesungguhnya adalah Kerajaan Islam atau Kesultanan Islam karena menggunakan logo resmi yang memakai simbol-simbol Islam.

4. Pendiri Majapahit, Raden Wijaya, adalah seorang muslim. Hal ini karena Raden Wijaya merupakan cucu dari Raja Sunda, Prabu Guru Dharmasiksa yang sekaligus juga ulama Islam Pasundan yang mengajarkan hidup prihatin layaknya ajaran-ajaran sufi, sedangkan neneknya adalah seorang muslimah, keturunan dari penguasa Sriwijaya. Meskipun bergelar Kertarajasa Jayawardhana yang sangat bernuasa Hindu karena menggunakan bahasa Sanskerta, tetapi bukan lantas menjadi justifikasi bahwa beliau adalah seorang penganut Hindu.

Bahasa Sanskerta di masa lalu lazim digunakan untuk memberi penghormatan yang tinggi kepada seseorang, apalagi seorang raja. Gelar seperti inipun hingga saat ini masih digunakan oleh para raja muslim Jawa, seperti Hamengku Buwono dan Paku Alam Yogyakarta serta Paku Buwono di Solo.

Di samping itu, Gajah Mada yang menjadi Patih Majapahit yang sangat terkenal terutama karena Sumpah Palapanya ternyata adalah seorang muslim. Hal ini karena nama aslinya adalah Gaj Ahmada, seorang ulama Islam yang mengabdikan kemampuannya dengan menjadi Patih di Kerajaan Majapahit. Hanya saja, untuk lebih memudahkan penyebutan yang biasanya berlaku dalam masyarakat Jawa, maka digunakan Gajahmada saja. Dengan demikian, penulisanGajah Mada yang benar adalah Gajahmada dan bukan ‘Gajah Mada’.

Pada nisan makam Gajahmada di Mojokerto pun terdapat tulisan ‘LaIlaha Illallah Muhammad Rasulullah’ yang menunjukkan bahwa Patih yang biasa dikenal masyarakat sebagai Syeikh Mada setelah pengunduran dirinya sebagai Patih Majapatih ini adalah seorang muslim.

5. Jika fakta-fakta di atas masih berkaitan dengan internal Majapahit, maka fakta-fakta berikut berhubungan dengan sejarah dunia secara global. Sebagaimana diketahui bahwa 1253 M, tentara Mongol dibawah pimpinan Hulagu Khan menyerbu Baghdad. Akibatnya, Timur Tengah berada dalam situasi yang berkecamuk dan terjebak dalam kondisi konflik yang tidak menentu.

Dampak selanjutnya adalah terjadinya eksodus besar-besaran kaum muslim dari TimurTengah, terutama para keturunan Nabi yang biasa dikenal dengan‘Allawiyah. Kelompok ini sebagian besar menuju kawasan Nuswantara (Nusantara) yang memang dikenal memiliki tempat-tempat yang eksotis dan kaya dengan sumberdaya alam dan kemudian menetap dan beranak pinak di tempat ini. Dari keturunan pada pendatang inilah sebagian besar penguasa beragam kerajaanNusantara berasal, tanpa terkecuali Majapahit.

Inilah beberapa bukti dari fakta dan data yang mengungkapkan bahwa sesungguhnya Majapahit adalah Kesultanan Islam yang berkuasa di sebagian besar kawasan yang kini dikenal sebagai Asia Tenggara ini. Sekali lagi terbukti bahwa sejarah itu adalah versi, tergantung untuk apa sejarahitu dibuat dan tentunya terkandung di dalamnya beragam kepentingan.Wallahu A’lam Bishshawab. Hanya Tuhan Yang Maha Mengetahui.


Sumber:http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9603154 (kaskus)
Sumber asli:http://www.duniaterselubung.info/201...-kerajaan.html

twitter:@erfinsyam

Panitia MOPDB 2011


Panitia Masa Orientasi Peserta Didik Baru
OSIS & MPK SMA Negeri 10 Bogor
Tahun Ajaran 2011/2012

Independent
Penanggung Jawab        : Erfin Syamwil
Ketua Panitia                 : Arief Prima Prasetya
Wakil Ketua                  : Citra Tresna Asih
Sekretaris                      : Esthi Liani Agustiani
Wakil Sekretaris            : Kholisah Muthyani
Bendahara                     : Elizabeth Gita Permatasari
Wakil Bendahara           : Dea Putri Noviani Pratiwi

Koordinator Lapangan   :
Penanggung Jawab         : Alendy Senda
Anggota                           Fakhri Maulana Ibrahim
                                        M. Akmal
                                        Ana Maulidina
                                        Savira Dwi Prasetyawati
                                        Nauval Afdlila
                                        Ismi Yulia Andini
                                        Siti Wella Mufidah
                                        Afitia Sagita

Logistik                                 :
Penanggung Jawab         : Rifara Dwi Andarini
Anggota                           Reza Arrachman Dz
                                        Gadis Eliandani
                                        Ratu Rahmi Rahayu
                                        Fikri Fadhillah
                                        Windy Putri Arianti
                                        Tasia Cikoa
                                        Rahayu Kusumawati

Penanggung Jawab Gugus
Gugus 1                               
Penaggung Jawab            : Muhammad Hasan
Anggota                            Sachiko Takeda
                                         Rifa Nur Kamila
                                         Adisty Putri Utami

Gugus 2                               
Penanggung Jawab         : Kiagus M Iqbal
                                        Vita Gema Islami
                                        Erlanda Putri Utami
                                        Aeni Nurul Hasanah
                                               
Gugus 3
Penanggung Jawab         : Puteri Agung Meilawati
                                        Rima Nur Fadhillah
                                        Puspa Ulfah
                                        Siti Nurrobianti
                                               
Gugus 4                               
Penanggung Jawab         : Anita Pertiwi
                                        Faris Tri Yadi
                                        Fitriyani
                                        Mukaromah

Gugus 5                               
Penanggung Jawab         : Rosmelia Siskanti
                                        Sekar Sendang Wangi
                                        Nisa Aulia
                                        Dinda Fauziah

Gugus 6                               
Penanggung Jawab         : Dwi Septya Ningtyas
                                        Mira Purwanti
                                        Muti Elentia
                                        Widia Septiani

Gugus 7                               
Penanggung Jawab         : Himelda Chentya
                                        Siti Kholimah
                                        Arief Setiawan
                                        Rifanti Oktaviani

Gugus 8                               
Penanggung Jawab         : Fitri Deviani
Anggota                           Fandi Kurnia Yudi
                                        Ina Lathifah Siregar
                                        Yolan Fabiola

Gugus 9                                               
Penanggung Jawab         : Uswatun Hasanah
Anggota                           Sarah Nurul Janah
                                        Ayu Nurmasari
                                         Prisma Asih Kinanti

Facebook Twitter RSS